Semakin dekat tanggal 09 April 2009, rasanya rakyat Indonesia semakin gerah. Coba saja kita lihat dan amati, dengan banyaknya calon legislatif yang tergabung dalam partai yang rasanya bertambah setiap pemilu di adakan, semua lapisan masyarakat tertarik dengan fenomena ini. Baik si calon wakil masyarakat dan semua masyarakat Indonesia. Semua calon wakil masyarakat dengan semangat menggembar – gemborkan janji dan slogan yang mereka pakai untuk menarik perhatian dan dukungan masyarakat. Mengadakan event – event yang menarik untuk masyarakat setempat, dimulai dengan kampanye memakai panggung lengkap dengan artis dangdut nya, pembagian sembako gratis, pembagian kaus berlambang parpol masing – masing, penempelan poster di angkutan umum, penggunaan umbul – umbul di berbagai tempat, sampai yang paling menarik, pembagian flyer dan brosur dengan menggunakan helicopter. Sedangkan kita sebagai masyarakat, belum bisa menentukan kepada siapa kita mempercayakan aspirasi dan pilihan kita. Jangankan menentukan orangnya, bagaimana cara memilih mereka saja kita masih bingung.
Seakan belum cukup, sepertinya masih sangat banyak permasalahan yang harus kita hadapi di tanah air kita ini. Masalah kemiskinan, kurangnya lapangan pekerjaan, dan musibah alam harusnya mendapat perhatian khusus dari masyarakat apalagi para wakil masyarakat dan pemerintah. Lihat saja kasus yang baru - baru ini terjadi, musibah alam yang kita kenal sebagai tragedi Situ Gintung, apakah para caleg dan pihak pemerintah yang katanya memperjuangkan nasib rakyat kecil membantu mereka saat musibah ini terjadi?? Sudahkah mereka memperlihatkan dan mewujudkan kepedulian mereka? Seharusnya hal ini sudah menjadi perhatian para calon pemimpin sebelum tragedy ini terjadi dan merenggut banyak jiwa masyarakat yang tidak tahu apa2. Kemana sajakah anggaran Negara yang sudah dipersiapkan untuk membangun negeri kita ini? Waduk Situ Gintung tidak seharusnya merenggut banyak jiwa apabila waduk yang dibangun pada tahun 1938 tersebut dirawat dengan baik oleh pemerintah. Tapi kemana dana yang ada untuk pembangunan tersebut? Kalau sudah begini, tragedy sudah terjadi, jiwa – jiwa yang tidak tahu apa – apa sudah pergi dan meninggalkan banyak duka, siapa yang patut bertanggung jawab? Apakah para calon wakil masyarakat mampu menampung aspirasi serta bertanggung jawab akan nasib masyarakat Indonesia terutama orang kecil?
Masalah korupsi di Negara kita ini sepertinya menjadi duri dalam daging. Bagaimana tidak? Sementara masyarakat dan orang kecil menderita karena kelaparan, tidur di emperan jalan, menunggu aspirasi mereka tersalurkan, pihak yang berwenang malah menikmati uang hak rakyat. Dana yang seharusnya bias membantu masalah pendidikan atau kemiskinan warga, malah menjadi hak milik orang lain yang tentu tidak dapat mempertanggung - jawabkan hal tersebut. Apakah sebagai wakil masyarakat nantinya para caleg kita ini dapat mempertanggung – jawabkan semua janjinya yang sudah di umbar di depan mata kita? Saat ini kita membutuhkan seorang pemimpin yang bukan hanya bias mengumbar janji, gembar – gembor slogan dan berharap mendapatkan posisi dan jabatan yang tinggi di mata masyarakat, kita membutuhkan pemimpin yang mampu mempertanggung – jawabkan semua janji yang telah di ucapkan. Kita membutuhkan pemimpin yang mau memperjuangkan nasib masyarakat yang di pimpinnya, yang tidak terlena dengan fasilitas yang mereka dapatkan dari jabatan mereka. Kita butuh pemimpin yang cerdas dan peduli, yang bukan hanya ada atau “ exist ” saat kampanye saat ini saja, namun mampu berjuang untuk kita dan negeri Indonesia kita ini apabila terpilih, sampai akhir masa jabatannya. Kita butuh seorang pemimpin yang jujur, yang rela membela kepentingan umum di atas kepentingan pribadi, yang tidak memanfaatkan jabatan semata.
Dimana kah pemimpin kita itu? Bisakah kita membedakan mana pemimpin yang bisa kita percaya? Tanggal penentuan semakin dekat, masa depan Indonesia ada di tangan kita masing – masing, gunakan hak pilih kita sebaik – baik nya, jeli memilih akan membawa Indonesia kearah yang lebih baik.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

wuih, postinganny berat ne...
BalasHapusyah, g pasrah aj d sapa yg menang..
soalny g golput..
hoho...
bngung jg mw pli sapa..
ga jelas smua..
hehe...